Assalamualaikum wr.wb.
Dinginnya udara pagi tidak menyurutkan niatku untuk menulis
blog ini karena bagi sesama muslim harus saling mengingatkan dan menyampaikan
sesuatu yang benar adanya. Yach seperti yang kita ketahui bersama sekarang
sudah jamannya pemuda-pemudi pacaran, tapi jika ada yang ngerti dan paham
hakekat sesungguhnya Pacaran di dalam islam itu tidak ada, hanya memberi mudharat
baik bagi dirinya, orang lain, dan mencemarkan nama Agama (Islam). Bagi orang
yang sudah mengerti dan paham tentang kedudukan cinta dalam kehidupan
sehari-harinya tidak akan mudah jatuh cinta dan mengungkapkan cinta pada waktu
yang tidak tepat yang menyebabkan Allah tidak ridho. Karena mereka tahu cinta
yang Allah ridhoi jika sudah terikat dalam ikatan suci pernikahan. Tapi di
jaman sekarang karena di buru oleh hawa nafsu yang memuncak apalagi bagi para
remaja yang menginjak dewasa, mereka ingin mengungkapkan dan berharap dapat
balasan cinta dari orang yang sedang dicintainya, bahkan melakukan berbagai
cara agar si “Dia” juga mencintainya. Ada yang lewat bantuan dukun, ada yang
bertengkar sama temannya, dan bahkan ada yang menentang orang tuanya. Dengan kata
lain si “dia” ada di urutan pertama dan utama, menganggap si “dia”
segala-galanya bagi remaja itu. Miris memang melihat kondisi seperti itu di
jaman sekarang. Apalagi kebanyakan jaman sekarang kalau yang namanya orang pacaran
pasti sudah pernah ciuman, dan sekarang tanpa ML ada yang bilang bukan pacaran
namanya. Jadi tidak heran jika angka ketidakkeperawanan pemudi semakin
meningkat. Astaghfirullah,,
Berikut hasil stalking
saya dari status yang ditulis oleh Ustadz Felix Siauw, semoga bisa memberikan
pencerahan kepada kita apalagi yang masih bingung pacaran itu boleh atau tidak,
monggo dibaca. :)
1. "emang pacaran dalam Islam nggak boleh ya?" | iya,
Rasul melarang segala jenis khalwat (berdua-duaan) yg bukan mahram, termasuk
pacaran
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, LDR atau tetangga, tetep aja haram
2. "walaupun beda negara? LDR gitu" | mau beda negara, mau beda alam, mau beda dunia, LDR atau tetangga, tetep aja haram
