Jumat, 18 November 2011

Macam Jaringan Otot

Macam Jaringan Otot

Secara histologis, ada 3 macam jaringan otot yaitu

1. jaringan otot rangka. Jaringan ini terikat dengan tulang, diatur oleh saraf sadar, selnya panjang dan berinti banyak terletak di tepi, terdapat garis-garis gelap dan terang.

2. Jaringan otot jantung. Jaringan ini terletak di dinding jantung, diatur oleh saraf tidak sadar, inti 1-2 di tengah, dan terdapat garis-garis terang dan gelap

3. Jaringan otot polos. Jaringan ini terletak di dinding organ-organ dalam dan pembuluh darah, diatur oleh saraf sadar, sel satu berbentuk gelendong dan berinti satu

Jaringan Otot Rangka

Jaringan otot rangka terdiri atas sel-sel otot rangka yang panjang (panjangnya sampai 4 cm), diameter 10 – 100mm, berinti banyak dan disebut serabut otot. Sel otot merupakan sinsitium (gabungan sel dengan batas antar sel tidak jelas) dari beberapa sel. Bagian-bagian penyusunnya adalah

1. sarkolemma : membran plasma

2. sarkoplasma : sitoplasma

3. nukleus : terdapat beberapa nukleus pada setiap sel dan letaknya berdekatan dengan sarkolemma.

4. Mitokondria

5. Retikulum endoplamik

6. Miofibril yang terdiri dari filamen tipis (aktin) dan filamen tebal (miosin)

Miofibril merupakan unit fungsional otot dan disebut sarkomer. Susunan aktin dan miosin menimbulkan adanya garis-garis terang dan gelap. Garis terang (pita I/ isotropik) adalah daerah dimana hanya terdapat filamen tipis/aktin . Garis-garis gelap (pita A/ anisotropik) adalah daerah dimana filamen tipis dan tebal saling bertindihan (overlap). Pada garis gelap terdapat daerah terang yang disebut pita H. Pita H terdiri dari senyawa aktin. Pada pita I terdapat daerah gelap yang disebut pita Z. Pita Z merupakan batas antara sarkomer yang satu dengan sarkomer yang lain dan tersusun atas suatu protein titin.






Jaringan otot dikelilingi oleh jaringan ikat. Jaringan ikat yang mengelilingi serabut otot dinamakan endomisium, jaringan ikat yang mengelilingi berkas otot dinamakan perimisium, dan jaringan ikat yang mengelilingi kumpulan berkas otot dinamakan epimisium (jaringan ikat paling luar yang membungkus berkas-berkas otot).

JARINGAN OTOT JANTUNG

Ciri khas otot jantung yaitu:

1. Sel-selnya bercabang-cabang

2. Pada sel ada garis-garis gelap dan terang seperti otot rangka.

3. Pada sel terdapat garis-garis transversal yang gelap, dinamakan diskus interkalaris

4. inti sel 1-2 dan terletak di tengah.

Jaringan otot jantung terdapat pada dinding jantung.

Pada jantung ada 3 hubungan khusus pada diskus interkalaris yaitu:

1. Fascia adherens : tempat perlekatan filamen aktin pada sarkomer terminal,

2. Maskula adherens : mempersatukan otot jantung agar tidak terpisah pada saat kontraksi terus menerus (hubungan antar sarkomer),

3. Gap junction : kontinuitas ionik di antara sel-sel yang berdekatan.

JARINGAN OTOT POLOS

Otot polos mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

1. selnya pendek, berbentuk gelendong/kumparan, dengan ukuran

panjang 30 – 200 mm dan diameter 5-10 mm.

2. setiap sel memiliki satu nukleus pipih yang terletak di tengah

3. Terdapat organel-organel seperti mitokondria, retikulum endoplasma dan benda golgi.

4. Terdapat jaringan ikat yang membungkus sel, berkas dan kumpulan berkas (endomisium, perimisium dan epimisium)

5. Kontraksinya lambat dan diatur oleh saraf tak sadar (saraf simpatis dan para simpatis dari saraf otonom).

6. Terdapat aktin dan miosin, yang merupakan unit fungsional untuk kontraksi otot.

Jaringan otot polos terletak di dalam dinding organ-organ dalam yang berongga seperti saluran-saluran pencernaan, pernapasan, ekskresi, dan reproduksi. Otot polos dapat tersebar di dalam jaringan ikat tertentu seperti pada kelenjar prostat dan vesikulus seminalis. Otot polos dapat berkelompok membentuk berkas otot kecil, misalnya pada muskulus erektor pili di dalam kulit).

Minggu, 13 Maret 2011

BUKTI EVOLUSI ANWAN

BUKTI EVOLUSI

1. Anatomi Perbandingan
Dari studi anatomi perbandingan dapat diketabui bahwa alat-alat fungsional pada pelbagai binatang dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:
a. Homologi
alat tubuh yang mempunyai bentuk yang berbeda dan fungsinya berbeda namun kalau diteliti mempunyai bentuk dasar sama.
b. Analogi
alat-alat tubuh yang mempunyai bentuk dasar yang berbeda namun karena perkembangan evolusi yang konvergen alat-alat tersebut mempunyai fungsi yang sama.
2. Embriolog Perbandingan
Embrio hewan bersel banyak mengalarni kesamaan perkembangan embrio, berawal dari zygot Þ blastula Þ gastrula, kemudian mengalami diferensiasi sehingga terbentuk bermacam-macam alat tubuh.Ernest Haeckel, mengatakan tentang adanya peristiwa ulangan ontogeni yang serupa dengan peristiwa filogeninya, dia sebut teori rekapitulasi.Cotoh: adanya rekapitulasi adalah perkembangan terjadinya jantung pada mamalia yang dimulai dengan perkembangan yang menyerupai ikan, selanjutnya menyerupai embrio amfibi, selanjutnya menyerupai perkembangan embrio reptil.

3. Perbandingan Fisiologi
Telah diketahui ada kemiripan dalam faal antara pelbagai makhluk mulai dari mikroorganisme sampai manusia, misalnya :
• kemiripan dalam kegiatan pernafasan.
• pembentukan ATP dan penggunaannya dalam pelbagai proses kehidupan adalah serupa pada hampir semua organisme.
4. Petunjuk-petunjuk Secara Biokimia
Digunakan uji presipitin yang pada dasarnya adanya reaksi antara antigen-antibodi.
Banyaknya endapan yang terjadi sebagai akibat reaksi tersebut digunakan untuk menentukan jauh-dekatnya hubungan antara organisme yang satu dengan yang lainnya.
5. Petunjuk-petunjuk Peristiwa Domestikasi
Menguhah tanaman dan hewan liar menjadi tanaman dan hewan yang dapat dikuasai dan bermanfaat sesuai dengan keinginan manusia adalah akibat dari peristiwa domestikasi.
Contoh: penyilangan burung-burung merpati, sehingga dijumpai adanya 150 variasi burung, yang di antaranya begitu berbeda hingga dapat dianggap sebagai spesies berbeda.
6. Petunjuk-petunjuk dari alat tubuh yang tersisa
Alat-alat yang tersisa dianggap sebagai bukti adanya proses evolusi, alat-alat ini sudah tidak berguna namun ternyata masih dijumpai.
Contoh : Pada manusia :
• selaput mata pada sudut mata sebelah dalam
• tulang ekor
• gigi taring yang runcing

7. Petunjuk-petunjuk Paleontologi
Telah diketabui bahwa fosil dapat digunakan sebagai petunjuk adanya evolusi.
Contoh : Urutan fosil kuda:
dari Eohippus (kuda zaman Eosin) Þ Mesohippus Þ
Merychippus Þ Pliohippus Þ Equas (kuda zaman sekarang).

Anatomi Vertebrata

Ada sekitar 50.000 jenis hewan bertulang belakang (vertebrata) yang diketahui sampai saat ini. Mereka hidup pada semua lingkungan biologi baik di daratan, air laut, air tawar, maupun udara. Walaupun bentuk dan ukuran tubuhnya beragam tetapi mempunyai struktur dasar tubuh yang sama. Hewan bertulang belakang umumnya terdiri dari kepala dan tubuh. Tubuh terdiri dari rongga dada dan abdomen. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat biasanya mempunyai leher.

Kelompok ikan adalah binatang bertulang belakang yang hidup di air, bernapas dengan insang. Ikan mempunyai sirip yang berfungsi untuk berenang dan tubuh yang ramping untuk memudahkan bergerak di dalam air Secara umum ikan dibedakan berdasarkan penyusun rangka tubuhnya menjadi dua, yaitu ikan berkerangka tulang rawan dan ikan berkerangka tulang sejati.

10-ikan-hiuKelompok ikan berkerangka tulang rawan kerangkanya tersusun dari tulang rawan yang elastis. Terdapat sekitar 1.000 jenis meliputi hiu, ikan pari, ikan cucut.

11-ikan-tulang-sejati

Kelompok ikan berkerangka tulang sejati mempunyai tulang tengkorak dan tulang rangka serta ruas-ruas tulang belakang. Ikan bergerak dengan bantuan sirip yang diperkuat oleh tulang rusuk. Sirip ikan dibedakan atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor.

12-katak

Kelompok hewan amfibi adalah binatang bertulang belakang berkulit lembab tanpa bulu yang hidup di dua alam. Kebanyakan hewan amfibi pada waktu berupa berudu hidup di air dan bernapas dengan insang. Selanjutnya setelah dewasa hidup di darat dan bernapas dengan paru-paru dan kulit. Hewan amfibi termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.

Kelompok hewan melata (reptil) adalah binatang bertulang belakang berkulit berkulit kering, bersisik, dan bernapas dengan paru-paru. Hewan melata termasuk kelompok hewan berdarah dingin, artinya hewan yang memanfaatkan suhu lingkungan untuk mengatur suhu tubuhnya.

13-kura-kuraKura-kura dan penyu mempunyai tubuh yang lebar dan dibungkus oleh kulit cangkang yang tersusun dari zat tanduk yang keras dan kasar. Kulit bagian atas berbentuk cembung dan bundar disebut karapaks dan kulit bagian bawah datar disebut plastron yang berfungsi menyokong dan melindungi tubuh kura-kura.

14-kadal1Kadal mempunyai tubuh panjang dan langsing yang meruncing ke belakang dan berakhir berupa ekor. Leher kadal panjang, pada badannya terdapat empat kaki dengan lima jari pada masing-masing kaki. Kadal adalah hewan yang sangat tangkas, dapat lari dan merayap dengan cepat. Ekor kadal yang panjang bisa membantu pergerakannya. Beberapa jenis memutuskan ekornya bila dalam keadaan bahaya. Ekornya yang diputus akan bergerak-gerak dan menarik perhatian musuh sehingga kadal dapat lari dan selamat dari bahaya.

15-ularUlar mempunyai tubuh yang panjang tanpa kaki, seluruh tubuhnya ditutupi sisik yang tumpang tindih, berfungsi untuk meluncur di atas tanah. Ular mempunyai lidah bercabang dua yang sering dijulurkan ke luar mulutnya, lidah ini berfungsi sebagai alat pembau yang membantu organ perasa yang terletak di dalam mulutnya. Mata ular selalu terbuka karena tidak mempunyai kelopak tetapi ditutupi oleh suatu lapisan bening.

16-buayaBuaya mempunyai tubuh yang panjang, berkulit tebal, berkaki pendek, dan ekor panjang yang kuat, biasanya lebih panjang dibanding badannya. Buaya mempunyai moncong yang panjang dilengkapi gigi yang kuat dan tajam untuk menangkap mangsa. Gigi buaya berjumlah 30 – 40 buah pada setiap rahang dan akan tampak tersambung ketika mulutnya tertutup. Dan gigi keempat pada kedua rahangnya tampak menonjol ketika mulutnya tertutup.

Tuatara adalah satu-satunya sisa keturunan hewan melata purba yang hidup lebih dari 200 juta tahun yang lalu. Pertumbuhan dan perkembangan tuatara sangat lambat. Panjang tubuhnya berkisar 46 – 24 cm. Pertumbuhannya berlangsung sampai umur 25 – 35 tahun, sedangkan usianya bisa mencapai 100 tahun. Tuatara hanya bisa ditemukan di beberapa kepulauan di panatai Selandia Baru. Pada malam hari tuatara mencari serangga, burung-burung, atau kadal, sedangkan pada siang hari tidur.

16-merpatiBurung adalah hewan berbulu yang mempunyai sayap sehingga bisa terbang. Kecepatan burung terbang bisa mencapai 160 km/jam. Namun tidak semua jenis burung bisa terbang, misalnya penguin dan burung unta. Penguin berenang dan burung unta berjalan dengan kakinya, sedangkan sayapnya digunakan untuk menjaga keseimbangan.

Hewan menyusui (mamalia) mempunyai tubuh yang tertutup oleh rambut dan memiliki alat gerak yang berupa dua pasang tungkai, sepasang tungkai belakang dan sepasang tangan, atau sepasang tungkai depan yang menyerupai sirip, atau alat gerak yang menyerupai sayap. Hewan menyusui berkembang biak dengan melahirkan anak, tetapi ada juga yang bertelur. Hewan betina memiliki kelenjar susu yang berfungsi untuk memberi makanan kepada anaknya pada awal pertumbuhan.

Hewan menyusui (mamalia) mempunyai sistem peredaran darah yang efisien dan tertutup, mempunyai satu jantung dengan dua bilik jantung. Hewan menyusui bernapas dengan paru-paru dan mempunyai sistem saraf. Tengkoraknya terpisah dari tulang belakang dan dihubungkan oleh tulang leher. Hewan menyusui (mamalia) merupakan bagian dari hewan bertulang belakang. Berdasarkan ciri-ciri dasarnya hewan menyusui dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu: mamalia monotrema, mamalia marsupialia, dan mamalia plasenta.

17-platipusMamalia monotrema adalah hewan menyusui yang mengerami telurnya. Merupakan kelompok hewan menyusui yang jumlahnya paling sedikit, hanya dua jenis yang masih hidup saat ini, yaitu platipus dan echidna. Cara berkembang biak platipus dengan bertelur. Telurnya dibuahi di dalam saluran telur, ketika telurnya terus berkembang, maka kelenjar akan mengeluarkan cairan untuk menambah putih telur dan cangkang.

18-kanguruMamalia marsupialia adalah hewan menyusui yang berkantong. Kelompok hewan ini melahirkan anaknya yang masih lemah, kemudian dibesarkan di dalam kantongnya. Terdapat sekitar 266 anggota kelompok ini diantaranya kanguru, koala, dan oposum.

Mamalia plasenta adalah hewan menyusui yang mengandung dan melahirkan anaknya. Mempunyai bentuk dan ukuran tubuh beragam. Ciri kelompok hewan ini adalah memiliki rambut di seluruh tubuhnya . Selain itu betinanya memiliki kelenjar susu. Kelompok hewan menyusui banyak ragamnya, diantaranya:

19-kelinciKelinci mempunyai telinga yang panjang dengan ekor yang pendek. Tubuhnya ditutupi oleh bulu yang tebal. Kaki belakangnya lebih panjang dan lebih kuat dibandingkan dengan kaki depan. Kelinci tidak berjalan tetapi meloncat.

20-simpanseSimpanse bisa mencapai tinggi 1,75 m dan mempunyai tubuh pendek gemuk dan kuat. Lengannya lebih panjang dibandingkan dengan kakinya dan mempunyai ibu jari. Warna bulunya coklat ke hitam-hitaman, wajahnya lebih terang dengan bibir yang tebal. Simpanse menghabiskan waktunya dengan berjalan atau merangkak. Walau demikian simpanse juga pemanjat yang baik untuk mencari buah-buahan dan daun-daunan sebagai makanannya.

21-lumba-lumbaLumba-lumba termasuk dari sub ordo ikan paus, terdiri dari 32 jenis. Merupakan hewan menyusui yang hidup di air dan bernapas dengan paru-paru. Lumba-lumba bisa berenang dengan sangat cepat untuk mencari makanannya berupa ikan kecil yang ada di permukaan air.

anatomi hewan

ANATOMI PERBANDINGAN HEWAN VERTEBRATA

• Mempelajari susunan tubuh hewan vertebrata

• Membandingkan susunan organ tubuh antar kelas pada sub phylum vertebrata

• Tubuh hewan terbagi menjadi :

- caput / chepala : kepala

- collum / servix : leher

- trunchus / abdomen : badan

- cauda : ekor

- extremitas : anggota badan bebas

^ ant / pos

^ sup / inv

Istilah – istilah

• Anterior – posterior (arah)

• Superior – inferior (arah)

• Dorsal : daerah punggung

• Ventral : daerah perut

• Lateral : daerah samping / sisi

• Cranial : daerah kepala

• Caudal : daerah ekor

• Abdominal : daerah badan

• Thoracal : daerah dada (dalam dada)

• Sinister : kiri

• Dexter : kanan

• Medial : daerah tengah

• Linea mediana : garis tengah tubuh

• Proximal : lebih kearah / dekat LM

• Distal : lebih menjauhi LM

• Origo : titik pangkal tidak bergerak

• Insersio : menimbulkan gerak

• Organ homolog

• Organ analog

• Mayor = besar

• Minor = kecil

• Pectoral : dada

• Pelvis : punggung bawah

• Bilateral simetri

Sistem organ

• Sistem digestorium / digestivus

• Sistem respiratorium

• Sistem sirkulatorium / cardio vasculer

• Sistem urogenetalis → excresi

→ reproduksi

• Sistem nervorum → syaraf

• Sistem musculatur → otot

• Sistem skeleton → tulang rangka

• Organ – organ endokrin

• Ciri – ciri khusus :

- memiliki notocord

- memiliki nervecord

- memiliki gill slits (celah insang pada daerah pharinx)

• Ciri – ciri tambahan :

1. Tubuh bilateral simetri

2. Cepalisasi

3. Otot metameri

4. Rongga tubuh (coelom)

5. Tripoblastik

6. Pompa darah dari jantung

PHYLUM CHORDATA

• Catatan :

Ciri – ciri tambahan tsb juga dimiliki oleh invertebrata seperti :

- Phylum platehelmintes (cacing gilik)

- Phylum arthropoda

→ Menunjukkan gejala kekerabatan

• Terbagi atas :

I. Acrania (tidak ada tengkorak), tdd :

1. Sub phylum hemichordata

2. Sub phylum urochordata / tunica

3. Sub phylum cephalo chordata

Contoh : Amphyoxus lanccolatus

II. Craniata (memiliki tengkorak), tdd :

4. Sub phylum agnatha :

- tidak memiliki rahang & anggota badan

bebas

5. Sub phylum gnatostomata (vertebrata)

- memiliki rahang dan anggota badan bebas

- terbagi menjadi :

A. Super klas pisces (ikan)

^ kelas placodermi → punah

^ kelas chondroichthyes → bertulang belakang

^ kelas osteichthyes → bertulang keras

B. Superklas tetrapoda (kaki empat)

^ kelas amphibia ^ kelas aves

^ kelas reptilia ^ kelas mammalia

SUB PHYLUM VERTEBRATA

Ciri – ciri khusus :

  1. Ujung anterior dari nervecord membentuk otak
  2. Endoskleton, berkembang membentuk : carnium, rahang, columna vertebralis
  3. Memiliki extremitas librae (anggota badan bebas)
  4. Organ – organ sensori berpusat di kepala
  5. Terdapat pharyngeal gillss → berkembang : sistem respirasi

KELAS MAMMALIA

Ciri – ciri khusus :

  1. Tubuh tertutup oleh rambut
  2. Memiliki : glandula mammae, diafragma,

auriculae, plica semilunaris

3. Tipe ovum : oligolecithal → ada plasenta

4. Tipe gigi : heterodont, tdd : dentis insisivi (gigi seri), caninus (taring), praemolare (geraham depan), molare (geraham belakang)

  1. Terdapat organa genetalia externa

(alat kelamin luar)

6. Bersifat viviparus (bunting – melahirkan anak)

Ciri – ciri tambahan :

  1. Homoioterm
  2. Fertilisasi internal
  3. 12 pasang nervi cranialis
  4. Tipe ginjal (ren) : metanephros
  5. Memiliki kelopak mata (palpebrae)

- atas : palpebrae superior

- bawah : palpebrae inferior

6. Terdapat lubang telinga luar (porus aqusticus

externus)

7. Lubang hidung (nares anteriores) berfungsi

untuk :

- membau → nervus olfactorius

- bernafas – kecuali pisces

SISTEM OTOT / MUSCULATUR

• Ciri – ciri

- mempunyai kemampuan berkontraksi

- tiap jenis otot mempunyai susunan spesifik

• Ada 3 jenis :

1. Sistem otot polos → tersusun oleh otot polos

- kontraksi bersifat : non voluntary

- terdapat pada dinding saluran

2. Sistem otot jantung

- kontraksi bersifat non voluntary

- terdapat pada organ jantung

3. Sistem otot lurik

Kontraksi bersifat : voluntary (mudah lelah)

- Tersebar diseluruh tubuh, melekat pada

rangka

- Membuat gerakan tubuh

• Hubungan : otot – tulang pada sendi

• Contoh : siku

• Otot berhubungan dengan tulang melalui jaringan ikat padat yang disebut tendon.

• Terdapat otot biceps dan triceps

• Bagian tengah otot (badan otot) disebut Belly

• Tendon pada pangkal tdk menggerakkan tulang (bersifat origo) dan pda ujung menggerakkan tulang (bersifat insersio).

SENDI SIKU

SISTEM OTOT / MUSCULATUR

Macam – macam gerak otot

- Flexor X extensor

membengkokkan – meluruskan sendi

- Adductor X abductor

menggerakkan ruas kedalam X keluar

- Levator X depresor

arah gerak keatas X ke bawah

- Contrictor X dilatator

menyempit X melebar (meluas)

Nama otot dapat diberikan berdasarkan :

  1. Arah serat / serabut otot : obliqus, rectus
  2. Lokasi / posisi : thoralis, intercostalis
  3. Jumlah belly : biceps, triceps
  4. Bentuk : deltoideus, trapezius
  5. Asal – usul (origo – insersio_

- Mus. Sterno mandibularis

- Mus. Sterno trachealis

Nama otot dapat diberikan berdasarkan :

  1. Arah serat / serabut otot : obliqus, rectus
  2. Lokasi / posisi : thoralis, intercostalis
  3. Jumlah belly : biceps, triceps
  4. Bentuk : deltoideus, trapezius
  5. Asal – usul (origo – insersio_

- Mus. Sterno mandibularis

- Mus. Sterno trachealis

6. Gerakan antagonis

- flexor X extensor

- Adductor X abductor, dll

7. Ukuran :

- mayor (besar)

- minor (kecil)

• Letak otot pada tubuh :

- Pisces (ikan)

♥ Epaxial ( terletak daerah punggung/dorsal)

Axial (pada daerah septum lateralis / corpus vertebralis)

♥ Hypaxial (daerah perut / ventral)

♥ Otot pada ikan disebut Myotom yang terdiri

atas Myomere (lapisan otot) dan Myocomata yang merupakan batas antar myomere.

- Tetrapoda

♥ Epaxial, mis : M.Transversus spinalis dan

M.Longisimus dorsi

♥ Hypaxsial, mis : M. Intercostralis

M. Rectus abdominis

M. Obliqus abdominis

M. Pectoralis.

• Otot axial pada tetrapoda adalah :

1. Diafragma

2. Otot – otot pada bola mata bersifat :

- extrinsic

- instrinsic

3. Otot kulit (musculus cutaneus)

  1. Diafragma

Merupakan batas (sekat) antara cavum abdominalis (rongga perut)dengan cavum thoracalis (rongga dada) pada mammalia

Terdiri atas :

1. Pars mascularis

- ditepi - warna merah

2. Centrum tendineum :

- ditengah

- warna putih

- kedudukan : convex ke cranium

- ada 3 lubang

• Bentuk diafragma oval hampir bulat

• Melekat pada sternum (bagian Xipoideum), costae (tl.rusuk) dan lumbal melalui bagian pars muskularis yang disebut pars sternalis, pars costalis dan pars lumbalis.

• Diafragma dilayani oleh syaraf (nervus) Phrenicus, yang merupakan syaraf servical (dari leher) paling atas (nomer 1)

• Lubang – lubang diafragma :

- Foramen venaecavae : dilalui oleh vena cava

inferior

- Hiatus desophagus : dilalui oleh oesophagus &

nervus vagus

- Histus aorticus : dilalui oleh aorta dorsalis

• Diafragma diinervasi oleh : nervus phrenicus

2. Otot pada bola mata

Bersifat extrinsic → untuk mengatur gerak bola

mata (diluar mata)

Ada 3 pasang otot :

a. Atas bawah :

- Mus. Rectus superior

- Mus. Rectus inferior

b. Kesamping (kiri – kanan)

- Mus. Rectus externus

- Mus. Rectus internus

c. Menyerong (miring)

- Mus. Obliqus superior

- Mus. Obliqus inferior

• Pada aves & mammalia terdapat otot yang menarik bola mata kebelakang disebut Musc. Retraktor Bulbi

• Bersifat instrinsic : menyusun bola mata → didalam mata

1. Musc. Sphenxter Pupillae

2. Musc. Cilliaris

3. Musc. Retractor Lentis

4. Musc. Protactor Lentis

3. Otot kulit (musc. cutaneus)

- Bentuk lebar dan tipis, melekat dibawah kulit

(sub-cutan)

- Pada hewan menyusui kecuali manusia

berguna untuk menggerakkan kulit

- Berupa lembaran otot menutupi hampir

seluruh truncus & collum (badan & leher)

disebut Paniculuscarnosus

• Pada aves & mammalia terdapat otot yang menarik bola mata kebelakang disebut Musc. Retraktor Bulbi

• Bersifat instrinsic : menyusun bola mata → didalam mata

1. Musc. Sphenxter Pupillae

2. Musc. Cilliaris

3. Musc. Retractor Lentis

4. Musc. Protactor Lentis

3. Otot kulit (musc. cutaneus)

- Bentuk lebar dan tipis, melekat dibawah kulit

(sub-cutan)

- Pada hewan menyusui kecuali manusia

berguna untuk menggerakkan kulit

- Berupa lembaran otot menutupi hampir

seluruh truncus & collum (badan & leher)

disebut Paniculuscarnosus

Otot penting pada burung

  1. Otot terbang

a. M. pectoralis mayor → diluar

O : Carina sterni / sternum

I : Ventral humeri

Fungsi : menurunkan sayap

b. M. Pectoralis minor → didalam

O : Carina sterni

I : Dorsal humeri

Fungsi : mengangkat sayap

2. Otot yang mengatur suara

a. M. syringialis

b. M. sterno trachealis c/ Aparatus vocalis pada burung adalah syrinx

Jumat, 04 Februari 2011

TUMBUHAN

TUMBUHAN BIJI
Spermatophyta (tumbuhan berbiji) memiliki ciri-ciri antara lain: makroskopis dengan ketinggian bervariasi, bentuk tubuhnya bervariasi, cara hidup fotoautotrof, habitatnya kebanyakan di darat tapi ada juga yang mengapung di air (teratai), mempunyai pembuluh floem dan xilem, reproduksi melalui penyerbukan (polinasi) dan pembuahan (fertilisasi). Tumbuhan biji dibedakan menjadi dua golongan yaitu tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) dan tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae).

Gymnospermae (tumbuhan berbiji terbuka)
Ciri-ciri gymnospermae tidak mempunyai bunga sejati, tidak ada mahkota bunganya. Bakal biji terdapat di luar permukaan dan tidak dilindungi oleh daun buah, merupakan tumbuhan heterospora yaitu menghasilkan dua jenis spora berlainan, megaspora membentuk gamet betina, sedangkan mikrospora menghasilkan serbuk sari, struktus reproduksi terbentuk di dalam strobilus. Dalam reproduksi terjadi pembuahan tunggal.

Gymnospermae dibagi dalam empat kelompok yaitu pinophyta, cycadophyta, ginkgophyta dan gnetophyta. Pinophyta dikenal sebagai konifer, menghasilkan resin/getah, monoesis, daun berbentuk jarum, contohnya Pinus sp. Cycadophyta hidup di daerah tropis dan subtropis, diesis, contohnya Cycas revoluta, Cycas rumphii, Encephalartos transvenosus. Ginkgophyta hanya mempunyai satu spesies di dunia ini yaitu Ginkgo biloba, diesis, biji tidak di dalam rujung benar-benar terbuka ke udara bebas. Gnetophyta berbeda dengan kelompok lainnya karena memiliki pembuluh kayu untuk mengatur air pada bagian xilemnya. Contohnya Gnetum gnemon, Epherda dan Welwitschia. Manfaat gymnospermae yaitu untuk industri kertas dan korek api (Pinus dan Agathis), untuk obat-obatan (Pinus, Ephedra, Juniperus), untuk makanan (Gnetum gnemon), tanaman hias (Thuja, Cupressus, Araucaria).

Angiospermae (tumbuhan berbiji tertutup)
Ciri-ciri Angiospermae memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah, mempunyai bunga sejati, umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba. Dalam reproduksi terjadi pembuahan ganda. Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu Monocotyledoneae (berkeping satu) dan Dicotyledoneae (berkeping dua).

Monocotyledoneae
Mempunyai biji berkeping satu, berakar serabut, batangnya dari pangkal sampai ujung hampir sama besarnya. Umumnya tidak bercabang. Akar dan batang tidak berkambium. Contohnya: Oryza sativa (padi), Zea mays (jagung), Musa paradisiaca (pisang), Cocos nucifera (kelapa).

Dicotyledoneae
Mempunyai biji jumlah kepingnya dua, berakar tunggang, batang dari pangkal besar makin ke atas makin kecil. Batang bercabang, akar dan batang berkambium. Contohnya: Casia siamea (johar), Arachis hypogea (kacang tanah), Psidium guajava (jambu biji), Ficus elastica (karet).

TUMBUHAN LUMUT

Tumbuhan lumut berwarna hijau karena mempunyai sel-sel dengan plastida yang menghasilkan klorofil a dan b. lumut bersifat autotrof. Lumut merupakan tumbuhan peralihan antara tumbuhan lumut berkormus dan bertalus. Lumut dapat beradaptasi untuk tumbuh di tanah, belum mempunyai jaringan pengangkut, sudah memiliki dinding sel yang terdiri dari selulosa.

Batang dan daun tegak memiliki susunan berbeda-beda. Batang apabila dilihat secara melintang akan tampak susunan sebagai berikut selapis sel kulit, lapisan kulit dalam (korteks), silinder pusat yang terdiri sel-sel parenkimatik yang memanjang untuk mengangkut air dan garam-garam mineral; belum terdapat floem dan xilem. Sel-sel daunnya kecil, sempit, panjang, dan mengandung kloroplas yang tersusun seperti jala. Lumut hanya dapat tumbuh memanjang tetapi tidak membesar, karena tidak ada sel berdinding sekunder yang berfungsi sebagai jaringan penyokong. Rizoid seperti benang sebagai akar untuk melekat pada tempat tumbuhnya dan menyerap garam-garam mineral.

Struktur sporofit (sporogonium) tubuh lumut terdiri dari: vaginula, seta, apofisis, kaliptra, kolumela. Sporofit tumbuh pada gametofit menyerupai daun. Gametofit berbentuk seperti daun dan di bagian bawahnya terdapat rizoid yang berfungsi seperti akar. Jika sporofit tidak memproduksi spora, gametofit akan membentuk anteridium dan arkegonium untuk melakukan reproduksi seksual.

Reproduksi lumut bergantian antara fase seksual dan aseksual melalui pergiliran keturunan atau metagenesis. Reproduksi aseksual dengan spora haploid yang dibentuk dalam sporofit. Reproduksi seksualnya dengan membentuk gamet-gamet dalam gametofit. Ada dua macam gametangium yaitu arkegonium (gametangium betina) bentuknya seperti botol dengan bagian lebar yang disebut perut, yang sempit disebut leher dan anteridium (gametangium jantan) berbentuk bulat seperti gada. Jika anteridium dan arkegonium dalam satu individu tumbuhan lumut disebut berumah satu (monoesis). Jika dalam satu individu hanya terdapat anteridium atau arkegonium saja tumbuhan lumut disebut berumah dua (diesis).

Lumut yang sudah teridentifikasi mempunyai jumlah sekitar 16 ribu spesies dan telah dikelompokkan menjadi 3 kelas yaitu: lumut hati, lumut tanduk dan lumut daun.

Lumut Hati (Hepaticopsida)
Lumut hati tubuhnya berbentuk lembaran, menempel di atas permukaan tanah, pohon atau tebing. Terdapat rizoid berfungsi untuk menempel dan menyerap zat-zat makanan. Tidak memiliki batang dan daun. Reproduksi secara vegetatif dengan membentuk gemma (kuncup), secara generatif dengan membentuk gamet jantan dan betina. Contohnya: Ricciocarpus, Marchantia dan lunularia.

Lumut Tanduk (Anthoceratopsida)
Bentuk tubuhnya seperti lumut hati yaitu berupa talus, tetapi sporofitnya berupa kapsul memanjang. Sel lumut tanduk hanya mempunyai satu kloroplas. Hidup di tepi sungai, danau, atau sepanjang selokan. Reproduksi seperti lumut hati. Contohnya Anthocerros sp.

Lumut Daun (Bryopsida)
Lumut daun juga disebut lumut sejati. Bentuk tubuhnya berupa tumbuhan kecil dengan bagian seperti akar (rizoid), batang dan daun. Reproduksi vegetatif dengan membentuk kuncup pada cabang-cabang batang. Kuncup akan membentuk lumut baru. Contoh: Spagnum fibriatum, Spagnum squarosum.

Manfaat lumut bagi kehidupan antara lain: Marchantia polymorpha untuk mengobati penyakit hepatitis, Spagnum sebagai pembalut atau pengganti kapass, jika Spagnum ditambahkan ke tanah dapat menyerap air dan menjaga kelembaban tanah.

TUMBUHAN PAKU

Tumbuhan paku merupakan tumbuhan berkormus dan berpembuluh yang paling sederhana. Terdapat lapisan pelindung sel (jaket steril) di sekeliling organ reproduksi, sistem transpor internal, hidup di tempat yang lembap. Akar serabut berupa rizoma, ujung akar dilindungi kaliptra. Sel-sel akar membentuk epidermis, korteks, dan silinder pusat (terdapat xilem dan fleom).

Batang tumbuhan paku tidak tampak karena terdapat di dalam tanah berupa rimpang, sangat pendek, ada juga yang dapat mencapai 5 meter seperti pada paku pohon atau paku tiang. Daun ketika masih muda melingkar dan menggulung. Beradasarkan bentuk dan ukurandan susunannya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi mikrofil dan makrofil. Mikrofil bentuk kecil atau bersisik, tidak bertangkai, tidak bertulang daun, belum memperlihatkan diferensiasi sel. Makrofil daun besar, bertangkai, bertulang daun, bercabang-cabang, sel telah terdiferensiasi. Berdasarkan fungsinya daun tumbuhan paku dibedakan menjadi tropofil dan sporofil. Tropofil merupakan daun yang khusus untuk asimilasi atau fotosintesis. Sporofil berfungsi untuk menghasilkan spora.

Spora tumbuhan paku dibentuk dalam kotak spora (sporangium). Kumpulan sporangium disebut sorus. Sorus muda sering dilindungi oleh selaput yang disebut indusium. Berdasarkan macam spora yang dihasilkan tumbuhan paku dibedakan menjadi tiga yaitu paku homospora (isospora), paku heterospora dan paku peralihan. Paku homospora menghasilkan satu jenis spora (ex Lycopodium/paku kawat). Paku heterospora menghasilkan dua jenis spora yang berlainan yaitu megaspora (ukuran besar) dan mikrospora (ukuran kecil) (ex Marsilea/semanggi dan Selaginella/paku rane). Paku peralihan merupakan peralihan antara homospora dan heterospora menghasilkan spora pbentuk dan ukurannya sama tetapi berbeda jenis kelamin (ex Equisetum debile/paku ekor kuda).

Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual (vegetatif) dengan stolon yang menghasilkan gemma (tunas). Gemma adalah anakan pada tulang daun atau kaki daun yang mengandung spora. Reproduksi seksual (generatif) melalui pembentukan sel kelamin jantan/spermatozoid (gametangium jantan/anteridium) dan sel kelamin betina/ovum (gametangium betina/arkegonium). Seperti pada lumut tumbuhan paku juga mengalami pergiliran keturunan/metagenesis. Metagenesis tersebut dibedakan antara paku homospora dan heterospora.

Tumbuhan paku dibedakan menjadi empat kelompok yaitu Psilotophyta, Lycophyta, Sphenophyta, dan Pterophyta. Psilotophyta mempunyai dua genera (ex Psilotum sp). Psilotum sp tersebar luas di daerah tropik dan subtropik, mempunyai ranting dikotom, tidak memiliki akar dan daun, pengganti akar berupa rizoma diselubungi rambut-rambut yang dikenal rizoid.

Lycophyta contohnya Lycopodium sp dan Selaginella sp. Lycopodium sp sporanya dalam sporofit daun khusus untuk reproduksi dan dapat bertahan dalam tanah selama 9 tahun, dapat menghasilkan spora tunggal yang berkembang menjadi gametofit biseksual (memiliki baik organ jantan dan betina), jenis homospora. Selaginella sp merupakan tanaman heterospora, menghasilkan dua jenis spora (megaspora/gamet betina dan mikrospora/gamet jantan).

Sphenophyta sering disebut paku ekor kuda, bersifat homospora, mempunyai akar; batang; daun sejati, batangnya keras karena dinding sel mengandung silika. Contohnya Equisetum debile (paku ekor kuda).

Pterophyta (paku sejati) umumnya tumbuh di darat pada daerah tropis dan subtropis. Daunnya besar, daun muda menggulung. Sporangium terdapat pada sporofil (daun penghasil spora). Contohnya: Adiantum cuncatum (paku suplir untuk hiasan), Marsilea crenata (semanggi untuk sayuran), Asplenium nidus (paku sarang burung), Pletycerium bifurcatum (paku tanduk rusa).